Menjual Orientasi Pembeli
June 30th, 2008 | by yudha bs |Sekarang ini sedang rame-ramenya trik menjual dengan tidak memberi kesempatan berpikir kepada pembeli untuk mempertimbangkan barang tersebut dibutuhkan tidak olehnya. Entah itu dengan cara diskon besar di waktu tertentu (yang kalau orang-orang jualan di website itu cuman bohong doang, karena ternyata diskon terus), atau dengan cara-cara lain yang membuat para pembeli bingung, tidak mampu berpikir jernih dan langsung membeli tanpa mempertimbangkan barang itu dibutuhkan olehnya atau tidak.
Saya sendiri termasuk salah seorang yang tidak setuju dengan trik-trik semacam itu. Menurut saya trik tersebut membuat kita susah untuk menjalin hubungan panjang dengan pembeli tersebut. Trik tersebut sangat memungkinkan membuat pembeli kecewa di kemudian karena dia merasa “terjebak” membeli barang yang tidak dia butuhkan.
Jika saya pribadi, lebih memilih menjual barang yang memang benar-benar dibutuhkan oleh pembeli tersebut. Tidak ada yang salah dengan menawarkan barang kepada seorang calon pembeli, karena bisa saja dia membutuhkan barang tersebut. Hanya saja saya tidak setuju jika caranya dengan menjebak calon pembeli, tanpa memberi dia kesempatan bagi dia untuk mempertimbangkan anggarannya, dan kebutuhannya akan barang tersebut.
Tidak asal menjual, lebih baik barang kita tidak laku ketimbang mengecewakan di kemudian hari.
Apakah trik saya itu berhasil ??
Allahu’alam, yang jelas sampai sekarang omzet saya masih besar dan terus meningkat setiap bulannya.
1 Trackback(s)