Baik tapi Tegas
July 2nd, 2008 | by yudha bs |Sungguh aneh karakter manusia, ketika mereka berhadapan dengan orang jahat, mereka justru berbaik-baik hati dan menunjukkan loyalitasnya. Akan tetapi, ketika berhadapan dengan orang yang bersikap baik kepada mereka, mereka justru malah melunjak dan malah meremehkan.
Ketika seorang pemimpin perusahaan bersikap baik, mudah memaafkan, terhadap kesalahan pegawainya. Para pegawainya justru berleha-leha, malah meremehkan, malah bersikap kurang ajar. Lain sikapnya ketika berhadapan dengan seorang pemimpin perusahaan yang jahat. Mereka akan takut untuk bersikap kurang ajar.
Lalu, bagaimana kita bersikap dalam hal ini, apakah memilih menjadi pemimpin yang ‘baik’ tetapi diremehkan oleh para pegawainya, atau menjadi pemimpin yang ‘jahat’ yang ditakuti para pegawainya ?
Maka jalan terbaik adalah tetap menjadi pemimpin yang baik, akan tetapi membuat aturan yang tegas yang memuat bonus dan hukuman bagi para pegawai yang berprestasi atau pegawai yang melanggar.
Sebagai pribadi kita tetap berusaha menjadi pribadi yang memahami dan selalu memaafkan pegawainya. Akan tetapi karena aturan sudah ada. Maka aturan itu jangan dilanggar, dan harus ditegakkan.
One Response to “Baik tapi Tegas”
By jimmy on Jul 2, 2008 | Reply
ini yang susah mas, gimana caranya supaya bisa baik tapi tidak dimanfaatkan anak buah?