Keliru dalam Memahami makna “Recehan”

July 1st, 2008

Ketika ada pembicaraan “recehan” di blog-blog, saya selalu berpikir bahwa recehan yang dimaksud adalah ratusan dollar. Wow.., demikian banyak penghasilan dari temen-temen lain yang ngeblog. Sebab recehan (ratusan dollar) dianggap permainan kecil.

Baru sadar, ternyata yang dianggap recehan oleh teman-teman itu ya bener-bener receh 0.0.. $ :D.

Hanya saja walaupun receh, kalau volumenya besar, ya dapatnya bakalan lumayan besar juga.

Menjual Orientasi Pembeli

June 30th, 2008

Sekarang ini sedang rame-ramenya trik menjual dengan tidak memberi kesempatan berpikir kepada pembeli untuk mempertimbangkan barang tersebut dibutuhkan tidak olehnya.  Entah itu dengan cara diskon besar di waktu tertentu (yang kalau orang-orang jualan di website itu cuman bohong doang, karena ternyata diskon terus), atau dengan cara-cara lain yang membuat para pembeli bingung, tidak mampu berpikir jernih dan langsung membeli tanpa mempertimbangkan barang itu dibutuhkan olehnya atau tidak. Read the rest of this entry »

Nagih Tidak Ya.. ?

June 30th, 2008

Hari ini adalah saat gajian, saatnya meminta bayaran mingguan yang dijanjikan. Cuman kita harus cerdas-cerdas ketika melakukan penagihan.

Ini adalah pelanggan besar (big fish), yang bersedia membayar x00 per minggunya. Gaji yang besar untuk ukuran Indonesia. Harus dipelihara agar dia tetap suka kepada kita dan membayar dengan hati ikhlas dan senang.

Karena hasil pekerjaan yang kukirimkan masih ada trouble, kutunda dulu untuk menagih, sebab kami berdua masih sibuk melakukan test terhadap software tersebut. Tagih ketika software sudah jalan baik dan hatinya senang, sehingga dia akan terus mempertahankan kita.

Memang sudah menjadi hak untuk selalu dapat gaji mingguan yang dijanjikan. Tetapi ada baiknya kita juga memikirkan dari sudut pandang pelanggan itu sendiri.

GAGAL ya gagal SUKSES ya sukses

June 30th, 2008

Kita sering mendengar jargon “kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda“, “jangan takut gagal“, dll. Itu adalah jargon-jargon yang menurut saya adalah jargon pengantar kegagalan. Kita bisa sukses tanpa harus pernah gagal, dan jargon seperti itu hanya cocok ketika kita sedang mengalami kegagalan untuk memompa semangat kita. Tapi ketika kita baru memulai. Jargon itu tidak tepat, yang tepat adalah kita orang sukses, karena itulah kita akan selalu sukses dalam berusaha.

Mau tahu alasannya ? Tunggu saja tulisan-tulisan berikutnya (butuh pembahasan dalam tentang itu)

Mengenal Dosa

June 30th, 2008

Banyak orang yang tidak suka ketika suatu tindakan dikatakan dosa atau tidak, dan selalu mengelak mengatakan itu bukan hak manusia menentukan suatu perbuatan dosa atau tidak. “Itukan hak Tuhan, urusan manusia dengan Tuhan, bukan hak kita untuk menentukan perbuatan ini dosa, perbuatan itu tidak dosa. Memang kamu yang memegang surga dan neraka, itulah perkataan sebagian orang tentang dosa”.

Read the rest of this entry »

Setiap Orang Punya Ujiannya Masing-masing

June 30th, 2008

Kemaren seorang supir taksi bertanya pada saya, “Mas yang saya herankan kenapa kok banci itu berdosa, padahal dia jadi banci bukan karena keinginannya sendiri, apa salah dia?”. Saya terdiam sebentar, dijawab takutnya saya belum punya ilmu yang cukup, tidak dijawab takutnya dia malah tersesat sebab meragukan keadilan dan aturan Allah.

Akhirnya setelah berpikir sebentar, “Pak, setiap orang punya ujiannya masing-masing, ujian bagi seorang banci adalah keinginannya untuk menolak takdirnya sebagai pria untuk menjadi wanita, kita sebagai orang normal, karena tidak ada godaan untuk menjadi banci, tidak akan mendapat pahala. Lain halnya dengan dia yang memiliki godaan besar untuk menjadi banci. Pahala menantinya jika dia bisa mengendalikan diri terhadap godaan itu.”

Kemudian bapak supir taksi itu masih saja berusaha mengingkari, cuman ya sudahlah, nasehat sudah disampaikan. Tidak perlu berdebat yang tidak ada gunanya.

Dikejar Pelanggan.. Tolong !!

June 27th, 2008

Beberapa dari kita mungkin sering dikerjar deadline ketika mengerjakan sesuatu dari pelanggan. Ada beberapa tips yang biasa saya lakukan ketika proyek sudah deadline tetapi pekerjaan belum juga selesai (Beberapa point dari tips ini hanya berlaku untuk proyek-proyek online)

  • Jangan membuat alasan yang dibuat-buat, berikan alasan yang sebenarnya (kalau alasan saya paling banyak adalah memaintenance pelanggan lama (sebab ada error/bug di software yang dibuat): Hal ini bisa menjadi nilai positif bagi dia, sebab ternyata kita masih memperhatikan pelanggan lama)
  • Berikan progress pengerjaan walaupun sedikit. Lebih baik sedikit progress ketimbang tidak sama sekali (entah itu berupa interface, atau bahkan sekedar rencana yang masih diawang-awang, itupun bisa menjadi progress bagi pelanggan)
  • Penjadwalan ulang proyek
  • Jangan kabur, menghilang dan tidak menjawab pesan dari mereka. Malah kita harus selalu aktif mengemail mereka tentang progress yang telah kita kerjakan.
  • Kalau terpaksa tidak ada progress sama sekali, dan kita juga sebenarnya juga tidak ada proyek lain (lagi males aja) Maka Online disaat dia Offline dan memberi pesan singkat kepadanya bahwa ada pertanyaan tentang proyek yang ingin kita tanyakan. Itu akan memberi jangka waktu penundaan penyelesaian proyek bagi kita, setidaknya sampai kita siap bertemu online dengan dia lagi

Iklan Gratis Cukup Efektif

June 27th, 2008

Akhir-akhir ini saya mendapat banyak titipan dari teman-teman yang ingin menjual barangnya untuk diiklankan di internet. Ternyata pemasangan barang-barang yang ingin kita jual atau kita beli di iklan-iklan gratis yang ada di internet ternyata cukup efektif. Cukup banyak respon yang didapat beberapa hari setelah iklan tersebut dipasang.

Cukup ketik iklan gratis di google maka akan muncul banyak site tempat kita bisa memasang iklan kita disana. Banyak juga site-site yang menawarkan pemasangan iklan gratis tanpa perlu mendaftar ataupun login, sehingga mempercepat proses pemasangan. Pasang sebanyak mungkin untuk mendatangkan respon sebanyak mungkin. Tidak salahnya dicoba, toh gratis !

Harga Yang Tepat Untuk Pelanggan Lama

June 26th, 2008

Tidak Serakah, itulah salah satu pedoman yang saya gunakan untuk mempertahankan para pelanggan lama. Salah satu penyakit dari kebanyakan orang adalah suka memanfaatkan kesempatan justru kepada para pelanggan yang telah mempercayainya. Mentang-mentang sudah saling percaya, akhirnya malah disikat harga mahal yang membumbung tinggi ketika pelanggan yang bersangkutan tidak tahu harga dan percaya penuh kepada kita.

Ketika seorang pelanggan mempercayakan harganya kepada saya, biasanya saya langsung melihat harga para kompetitor untuk menentukan harga yang sesuai untuknya. Kadang lebih mahal (sedikit), kadang lebih murah (sebab pelanggan lama). Kalaupun lebih mahal sedikit, pasti ada fitur khusus yang ditambahkan pada produk yang bersangkutan sehingga lebih unggul dari produk-produk lain.

Jadi ketika suatu saat, pelanggan iseng-iseng bertemu dengan produk-produk lain . Dia tidak akan sakit hati dan kecewa kepada kita ketika harga yang kita berikan ke mereka memang harga yang bersaing.

Ditipu ? Jangan Putus Asa

June 24th, 2008

Memang sudah beberapa kali saya kena ‘tipu’ ketika bekerja sebagai freelance. Total sekitar 1400$ selama 8 bulan kerja sebagai freelance. Uang yang seharusnya saya terima tidak jadi diterima. Ada yang karena pelanggan lama, akhirnya percaya kerjakan dulu dibayar kemudian. Eh setelah dikirim, pelanggannya kabur. Ada yang sudah masuk saldo di freelance, eh di refund lagi. Soalnya usernya claim. Ada juga yang bayarnya di situs palsu (terlihat meyakinkan). Yang lebih parah lagi, uang tersebut sudah ada di saldo paypal. Eh kena refund, karena usernya mengklaim.

Semua user itu sudah saya hubungi. Alasannya macem-macem, yah berprasangka baik saja. Jika mereka bisa dihubungi dan memberi jawaban mestinya tidak bohong. Ada yang beralasan dia juga dibayar pakai situs palsu tersebut, ada yang beralasan dia baru dipecat dari perusahaan jadi gak bisa bayar, ada yang beralasan pakai kartu kredit temannya, dan katanya temannya setuju tapi kemudian mengklaim. Macem2 lah. Read the rest of this entry »